Sejarah & Tempat

Berawal dari sepuluh anak di Beran Kidul.

Sayogya lahir pada 2019 di tengah keseharian Padukuhan Beran Kidul, Tridadi. Dari sepuluh anak, kami tumbuh bersama warga, sawah, dan sungai yang mengelilinginya.

2019Tahun berdiri
10Anak pertama
5Jenjang belajar

Sejarah Sayogya

Sekolah Alam Yogyakarta (Sayogya) berdiri pada Juli 2019 di Padukuhan Beran Kidul, Tridadi. Lima orang memulainya: Muhammad Firman, Elma Fitria, Fery Ghozali, Desi Mayasari, dan Nurlaela.

Sejak awal, Sayogya membuka jenjang dari TK sampai SMA. Kami menamainya Semai, Mula, Madya, Muda, dan Dewasa. Semuanya bermula dari sepuluh anak.

Sayogya adalah sekolah aqidah sekaligus sekolah keluarga. Kami berikhtiar mewujudkan pendidikan organik yang selaras fitrah, agar anak tumbuh menjadi pemuda yang matang, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan kami menyatu dengan budaya warga Beran Kidul dan memanfaatkan satu bentang alam desa. Dari situ anak belajar hidup sebagai anggota masyarakat yang ikut menjaga alam.

Dirintis oleh

  • Muhammad Firman
  • Elma Fitria
  • Fery Ghozali
  • Desi Mayasari
  • Nurlaela

Jenjang belajar

  • SemaiTK
  • MulaSD awal
  • MadyaSD akhir
  • MudaSMP
  • DewasaSMA

Padukuhan Beran Kidul

Kampung di selatan kompleks perkantoran Pemda Sleman, bagian dari Kelurahan Tridadi. Terdiri dari 3 RW dan 6 RT, berbatasan dengan Jomblang di Kelurahan Mlati.

Di kampung ini ada Sungai Bedog, kolam ikan Minajaya, kandang sapi kelompok Masker (Manunggaling Sapi dan Kerbau), sawah, Masjid Darussalam, lapangan voli, GOR bulu tangkis, hingga pabrik log jamur. Warganya membudidayakan sapi, domba, ayam, bebek, kelinci, padi, palawija, serta aneka sayur dan buah.

Jejak rel kereta

Dulu kampung ini bersebelahan dengan rel kereta api. Relnya kemudian dialihkan menjadi jalan yang kini bernama Jl. PJKA. Jejaknya masih tampak pada jembatan rel di sebelah barat Jembatan Pangukan.

Jembatan itu dibangun sekitar 1896–1899 oleh perusahaan kereta swasta Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), sebagai bagian dari jalur Yogyakarta–Magelang. Jalur ini penting untuk mengangkut hasil industri, terutama gula, dari pabrik-pabrik di sekitarnya, termasuk bekas Pabrik Gula Beran.

Bekas Stasiun Beran pun masih ada. Kini bangunannya menjadi markas Koramil 0732/05 Sleman, dan tuas wesel lama dijadikan monumen di sana.

Yang ada di kampung

  • Sungai Bedog
  • Sawah
  • Kolam Ikan Minajaya
  • Kandang Sapi
  • Masjid Darussalam
  • Lapangan Voli
  • GOR Bulu Tangkis
  • Pabrik Log Jamur
  • Padi & Palawija
  • Sayur & Buah
Telusuri peta lingkunganLihat sudut-sudut Beran Kidul tempat anak belajar