Sebuah sekolah yang alami — tempat tumbuh yang baik bagi fitrah anak dan keluarga.
Sayogya (Sekolah Alam Yogyakarta) adalah sekolah alam sekaligus sekolah keluarga. Kami percaya pendidikan bukan sekadar untuk diketahui, tetapi untuk dihayati — di tengah kehidupan nyata, alam, dan keluarga.
Setiap anak adalah taman siswa yang memberi warna unik. Tugas kami mendampinginya tumbuh: mengenal diri, terhubung dengan realita, dan sadar akan tugas kehidupannya selaras kehendak Allah.


Dari jenjang Semai hingga Pondok Pemuda
Lima tugas belajar bagi setiap keluarga
Semai · Mula · Madya · Muda · Dewasa
Ruang belajar seluas alam Beran Kidul

Pendidikan yang dihayati, bukan sekadar diketahui.
Di Sayogya, ruang belajar seluas alam. Anak menyadari realita, bersyukur atasnya, lalu beramal sebaik-baiknya. Hujan bukan halangan — justru rezeki penuh keberkahan untuk dijelajahi.
Tiga prinsip menyangga seluruh keseharian belajar di Sayogya:
Belajar di atas kehidupan natural
Anak belajar dari kehidupan nyata — meramban, berkebun, merawat ternak, menjelajah alam — bukan sekadar dari balik meja.
Merawat fitrah setiap anak
Pendidikan menumbuhkan fitrah keimanan, belajar, bakat, dan kebudayaan yang sudah Allah titipkan dalam diri anak sejak lahir.
Keluarga sebagai pilar utama
Keluarga adalah nafas hidup Sayogya. Orang tua dan anak bertumbuh bersama lewat Kajian Keluarga dan keseharian yang sehat.
Panca Dharma Sayogya
Lima relasi dasar kehidupan manusia yang dirawat bersama — oleh anak, pamong, dan keluarga.





Lima jenjang, tiga fase tumbuh.
Kelima jenjang — Semai hingga Dewasa, lalu Pondok Pemuda — dikelompokkan menjadi tiga fase tumbuh yang selaras fitrah.

Masa menumbuhkan fitrah: bermain, bereksplorasi, dan mengenal dunia melalui indera, ditemani keluarga.

Masa mengasah nalar, bakat, dan kemandirian — menjelajah alam, berkarya, dan berani menghadapi tantangan hidup.

Hidup mandiri di alam, jauh dari gadget. Pemuda belajar kehidupan organik dan tangguh — untuk orang tua yang ingin putranya mandiri.
Kelas & Workshop untuk siapa saja yang ingin belajar.
Kajian Keluarga Pekanan
Read Aloud untuk Ananda
Workshop Pendidikan Berbasis Fitrah
Kelas Berkebun & Meramban
Pelatihan Pamong Sekolah Alam
Webinar Konsep Keluarga Sehat
Hasil alam & karya dari kebun kami.
Hasil AlamMadu Hutan Sayogya
MerchandiseTotebag Kanvas “Meramban”
LiterasiBuku Saku Pendidikan Fitrah
BerkebunBibit & Benih Kebun Anak
Cerita & gagasan dari kebun belajar kami.
Para pamong yang mendampingi tumbuh.

Muhammad Firman dan Elma Fitria
Dipertemukan di kampus dalam berbagai kegiatan Keluarga Mahasiswa ITB, pasangan ini sejak 15 tahun yang lalu selalu lekat dengan kajian konsep-konsep pendidikan, kaderisasi dan pendewasaan pemuda. Setelah takdir Allah menyatukan dalam pernikahan maka semakin dalam pasangan ini menyelami ilmu tentang keluarga, tugas pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Guron Septo Harjo dan Dwi Indah Nur Hidayati
Sepasang suami istri yang lahir di tengah keluarga keluarga pendidik dan pengayom masyarakat. Dalam perjalan hidup berkeluarga terpanggil untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak.

Mufti Ali Ghozali dan Hamidah Nurul ‘Aini As
Dua insan ini dipertemukan di sekolah alam dengan masing-masing karakter yang jauh berbeda, unik, dan ga biasa.. Tapi… Ada satu hal yang menyatukannya, mencintai dunia adventure, survival, dan tanaman.. Melalang buana dengan dua putrinya menjadi fasilitator Outbound itu sudah biasa.. Berkutat dengan riset, restorasi, pertukangan, bambu dan pertanian itu dunianya.

Fery Ghozali dan Desi Mayasari
Pasangan ini tidak bisa jauh dari tema-tema yang berhubungan dengan anak-anak, keluarga, dan pendidikan.

Muflih Fathoniawan dan Firdausiah Adinta
Mas Muflih dan Mbak Firda awalnya adalah teman di SMAN 1 Probolinggo, bahkan ngurus OSIS bareng-bareng. Mas Muflih diamanahi Wakil Ketua OSIS, mbak Firda ditunjuk jadi Sekretaris. Lulus SMA 2010, masing-masing kuliah di tempat berbeda, jurusan yang berbeda. Sejak 2016, menikah dan memulai hidup merantau di Makassar. Alhamdulillah dulu ngurus OSIS, sekarang ngurus rumah, mendidik anak-anak, dan tumbuh berkembang bareng-bareng lagi.

Supriyadi dan Nurwening
Keluarga yang terdiri dari Ayah Supriyadi, Ibu Nurwening, Laya,Wimala dan Shabira.

Irfan Dary Nasutiondan dan Aprily Anggia Cesarizki
Keluarga Irfan Dary Nasution & Aprily Anggia Cesarizki Suharjo

Mohammad Ferandy dan Ryfa Albanin Hamid
Pamong Sayogya. Penggagas komunitas dan media @pulangkerumah.id . Rutin membagikan ilmu tentang relasi suami istri yang sehat.

Riski Galih Firnanda
Lahir di tengah keluarga sebagai anak ketiga dari 3 bersaudara yang semuanya perempuan dengan jarak usia cukup jauh dengan kedua kakaknya.

Pinkan Yulinda Sari
Seorang perempuan yang telaten, bertanggung jawab, dan sangat berdedikasi pada tugas yang diamanahkan.
"Semoga Sayogya menjadi tempat tumbuh yang baik bagi fitrah anak-anak kita, tempat silaturahim yang berkah bagi setiap keluarga, dan tempat mengabdi yang ikhlas bagi setiap pamong."
Lima langkah menjadi keluarga Sayogya.
Pendaftaran siswa baru dibuka sepanjang tahun. Mulai langkah pertama kapan saja.
Isi Form Pendaftaran
Orang tua calon siswa mengisi formulir pendaftaran online.
Dihubungi Admin
Tim Sayogya menghubungi untuk komunikasi lebih lanjut.
ST30 & Fitrah Life Wheel
Mengisi asesmen ST30 dan Fitrah Based Life Wheel.
Wawancara Keluarga
Orang tua & calon siswa berbincang dengan tim Sayogya.
Pengumuman
Orang tua menerima hasil dan menjadi keluarga Sayogya.
Mulai langkah pendidikan ananda di Sayogya.
Jadwalkan kunjungan, ikut kelas perkenalan, atau langsung daftar online. Kami akan menyambut keluarga Anda dengan hangat.



