
01
Hidup Mencari Ridho Allah
Seluruh proses belajar diarahkan untuk mengenal dan mencari keridhaan Allah Sang Pencipta.
Sayogya adalah sekolah alam sekaligus sekolah keluarga. Bagi kami, pendidikan dihayati dalam keseharian: di tengah kehidupan nyata, alam, dan keluarga.
Setiap anak tumbuh dengan caranya sendiri. Tugas kami mendampingi mereka mengenal diri, terhubung dengan realita, dan menyadari tugas hidupnya di hadapan Allah.


Dari jenjang Semai hingga Pondok Pemuda
Lima tugas belajar bagi setiap keluarga
Semai · Mula · Madya · Muda · Dewasa
Ruang belajar seluas alam Beran Kidul

Di Sayogya, ruang belajar seluas alam. Anak menyadari realita, bersyukur atasnya, lalu beramal sebaik-baiknya. Bahkan hujan pun menjadi rezeki untuk dijelajahi.
Tiga prinsip menjadi dasar keseharian belajar di Sayogya:
Anak belajar langsung dari kehidupan nyata: meramban, berkebun, merawat ternak, dan menjelajah alam, bukan hanya dari balik meja.
Pendidikan menumbuhkan fitrah keimanan, belajar, bakat, dan kebudayaan yang sudah Allah titipkan dalam diri anak sejak lahir.
Keluarga adalah nafas hidup Sayogya. Orang tua dan anak bertumbuh bersama lewat Kajian Keluarga dan keseharian yang sehat.





Kelima jenjang — Semai hingga Dewasa, lalu Pondok Pemuda — dikelompokkan menjadi tiga fase tumbuh yang selaras fitrah.

Masa menumbuhkan fitrah: bermain, bereksplorasi, dan mengenal dunia melalui indera, ditemani keluarga.

Masa mengasah nalar, bakat, dan kemandirian — menjelajah alam, berkarya, dan berani menghadapi tantangan hidup.

Program asrama bagi putra usia 15 tahun ke atas — ruang pendidikan kehidupan agar pemuda tumbuh beriman, beradab, mandiri, dan produktif.
Hasil Alam
Merchandise
Literasi
Berkebun
Muhammad Firman dan Elma Fitria
Dipertemukan di kampus dalam berbagai kegiatan Keluarga Mahasiswa ITB, pasangan ini sejak 15 tahun yang lalu selalu lekat dengan kajian konsep-konsep pendidikan, kaderisasi dan pendewasaan pemuda. Setelah takdir Allah menyatukan dalam pernikahan maka semakin dalam pasangan ini menyelami ilmu tentang keluarga, tugas pengasuhan dan tumbuh kembang anak.

Fery Ghozali dan Desi Mayasari
Pasangan ini tidak bisa jauh dari tema-tema yang berhubungan dengan anak-anak, keluarga, dan pendidikan.

Muflih Fathoniawan dan Firdausiah Adinta
Mas Muflih dan Mbak Firda awalnya adalah teman di SMAN 1 Probolinggo, bahkan ngurus OSIS bareng-bareng. Mas Muflih diamanahi Wakil Ketua OSIS, mbak Firda ditunjuk jadi Sekretaris. Lulus SMA 2010, masing-masing kuliah di tempat berbeda, jurusan yang berbeda. Sejak 2016, menikah dan memulai hidup merantau di Makassar. Alhamdulillah dulu ngurus OSIS, sekarang ngurus rumah, mendidik anak-anak, dan tumbuh berkembang bareng-bareng lagi.

Supriyadi dan Nurwening
Keluarga yang terdiri dari Ayah Supriyadi, Ibu Nurwening, Laya,Wimala dan Shabira.

Irfan Dary Nasutiondan dan Aprily Anggia Cesarizki
Keluarga Irfan Dary Nasution & Aprily Anggia Cesarizki Suharjo

Mohammad Ferandy dan Ryfa Albanin Hamid
Pamong Sayogya. Penggagas komunitas dan media @pulangkerumah.id . Rutin membagikan ilmu tentang relasi suami istri yang sehat.

Riski Galih Firnanda
Lahir di tengah keluarga sebagai anak ketiga dari 3 bersaudara yang semuanya perempuan dengan jarak usia cukup jauh dengan kedua kakaknya.

Pinkan Yulinda Sari
Seorang perempuan yang telaten, bertanggung jawab, dan sangat berdedikasi pada tugas yang diamanahkan.
"Semoga Sayogya menjadi tempat tumbuh yang baik bagi fitrah anak-anak kita, tempat silaturahim yang berkah bagi setiap keluarga, dan tempat mengabdi yang ikhlas bagi setiap pamong."
Pendaftaran siswa baru dibuka sepanjang tahun. Mulai langkah pertama kapan saja.
Orang tua calon siswa mengisi formulir pendaftaran online.
Tim Sayogya menghubungi untuk komunikasi lebih lanjut.
Mengisi asesmen ST30 dan Fitrah Based Life Wheel.
Orang tua & calon siswa berbincang dengan tim Sayogya.
Orang tua menerima hasil dan menjadi keluarga Sayogya.
Jadwalkan kunjungan, ikut kelas perkenalan, atau langsung daftar online. Kami akan menyambut keluarga Anda dengan hangat.